Selasa, 31 Maret 2009

Bagaimana Ponsel Menerima Gelombang TV???

Di era digitalisasi seperti sekarang ini, sudah sangat banyak teknologi baru yang bermunculan. Salah satu nya adalah ponsel yang bias dipakai buat nonton tv.
Ponsel tv bukan barang yang aneh lagi sekarang ini, banyuak ponsel asal negri bambu (china) yang mengeluarkan ponsel dengan fitur televise pada ponsel - ponsel nya yang mampu menangkap sinyal analog.

Contoh televisi dengan sinyal analog yang ada di negri kita adalah seperti Trans TV, RCTI, SCTV dll. Siaran TV ini lah yang bisa ditangkap oleh ponsel. Sama seperti suara kita saat bertelepon, siaran televisi juga disalurkan melalui gelombang radio dan ponsel adalah penerima gelombang radio. Hanya saja gelombang radio untuk telepon dan televise berbeda. Untuk telepon, saluran yang digunakan adalah 800 Mhz dan 1900Mhz.

Ponsel TV memiliki TV tuner, yang sebetulnya adalah salah satu tipe penerima gelombang radio. TV tuner dilengkapi dengan penerima gelombang, tuner, serta demodulator. Seperti TV biasa, antena TV tuner menangkap gelombang yang dikeuarkan oleh pemancar siaran televisi. Kemudian TV tuner meneruskan gelombang itu ke prosesor gambar dan suara (audio/video processor). Prosesor itu mengubah informasi yang didapatnya sehingga ponsel bias menampilkan gambar dilayar. Beberapa TV tuner ada juga yang dilengkapi dengan fungsi untuk menangkap siaran radio FM.

Siaran televisi analog bisa disaksikan gratis di ponsel. Tapi, ada juga siaran tv yang harus bayar kalau mau manyaksikannya. Siaran tv seperti ini tidak menggunakan jaringan tv biasa, tapi menggunakan jaringan telekomunikasi seperti dari satelit, terrestrial base station, atau Wifi/Wimax.

Pada saat teknologi GSM masih berada di teknologi 2G yang kecepatannya 10 - 14 kilobit/detik, gambar televisi bisa dibilang tidak dapat ditampilkan. Bukannya siaran televisi, yang muncul malah gambar seperti slide show. Gambar televisi patah-patah, pada teknologi 2,5G yang berkecepatan 30 - 100 kilobit/detik pun gambar televisi masih patah-patah.

Bandwidth pun jadi masalah, coba ingat-ingat saat malam pergantian tahun baru. Susahkah mengirim SMS? Susahkan menelepon? Kesulitan itu timbul karena sebagian besar pelanggan menggunakan bandwidth yang ada untuk mengirim pesan pendek atau menelepon untuk mengucapkan selamat tahun baru. Bandwidth tidak bisa menampung seluruh permainan sehingga beberapa atau banyak sms atau telepon tertunda. Itu baru pesan pendek yang berupa teks.

Data untuk siaran tv berukuran jauh lebih besar dari pada data suara dan teks. Apa yang akan terjadi kalau orang mengakses suatu siaran tv secara bersamaan? Jaringan nya bisa langsung mogok bekerja.
Teknologi 3G yang sudah berkecepatan 144 kilobit/detik – 2 megabit/detik memunculkan harapan kenymanan dalam menyaksikan televisi. Apa lagi dengan adanya teknologi 3,5G yang sekarang ini lagi ramai-ramainya.


Referensi : Majalah PC Plus

6 comments:

Posting Komentar

Komentar Teman

Dapatkan Berita Terbaru

Mau Dikirimin Artikel Terbaru?!! Silahkan Masukkan alamat email anda:

Delivered by FeedBurner

My Network

About Me

Foto Saya
Laki-laki tampan yang tidak sombong dan suka menolong & hobi ngeblog karena berfikiran dengan ngeblog bisa jadi kaya raya...(amin)